gimana blogger saya?

Senin, 26 Desember 2011

laporan observasi pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling









LAPORAN OBSERVASI
PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA N 1 PATI
Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Bimningan dan Konseling
Dosen pengampu: Lilis.
Rombel: 29






oleh
Kelompok 3
Rian Triastuti                          4101410020
Ahmad Bagus S.A                  3301410010
Sri Puji Astuti P.                     2301410002
Zudha Himmatul A                 2303410020
Rosyidah Nur L.                     2303410024






UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kelompok kami yang beranggotakan lima orang yaitu Rian, Cintya, Novita, Diah, dan Musdzalifah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas observasi Bimbingan dan Konseling tentang pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Kami sangat bersyukur tugas tersebut bisa diselesaikan walaupun masih kurang sempurna. Dalam melaksanakan tugas ini, kami memilih SMA N 1 Pati sebagai objek observasi.
Selesainya tugas observasi ini tentulah tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih atas bantuan baik moril maupun materil kepada:
1.      Ibu Lilis selaku dosen pengampu mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan bimbingan serta arahan kepada kami dengan sabar.
2.      Drs. Suparno hadi Prasetyo, MM selaku kepala SMA N 1 Pati yang telah menerima dan mengizinkan kelompok kami untuk melakukan observasi.
3.      Ining Sri Hartini, S.Pd selaku guru BK di SMA N 1 Pati yang telah bersedia membantu dan menjadi nara sumber kami.
4.      Semua pihak yang telah membantu dalam terlaksananya tugas observasi sekolah ini yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu..
Tiada gading yang tak retak itulah perumpaman laporan kami. Untuk itu kami mengharapkan sekali akan kritik dan saran pembaca yang sifatnya membangun demi kemajuan kami bersama.

Desember  2011

Penyusun

DAFTAR ISI


Halaman judul   ………………………………….………………..………….          i
Kata Pengantar    ……………………………………………....…………......         ii
Daftar Isi    …………………………………………...……………..………..    iii
BAB I      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  ………………………………………………..       1
1.2  Rumusan Masalah  …………………………………………….       2
1.3  Tujuan  …………………………………………………………      2
1.4  Manfaat  ……………………………………………………….       3
BAB II      KAJIAN TEORI
              LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
A.    Struktur Pelayanan Bimbingan dan Konseling
B.     Program Pelayanan
C.     Perencanaan Kegiatan
D.    Pelaksanaan Kegiatan
E.     Penilaian Kegiatan
F.    Pelaksana Kegiatan
G.   Pengawasan Kegiatan
BAB III    HASIL PENELITIAN
              3.1 Pendahuluan
              3.2 Alat dan Metode
                  3.2.1 Alat
                  3.2.2 Metode
              3.3 Hasil Penelitian
3.4  Analisis Penelitian

BAB IV    PENUTUP
A.    SIMPULAN
B.     SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bidang pelayanan yang perlu dilaksanakan di dalam program pendidikan. Kebutuhan pelaksanaan bimbingan dan konseling berlatar belakang beberapa aspek, yaitu aspek psikologis, sosiologis, kultural, dan paedagogis.
            Siswa sebagai subjek didik, merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya. Sebagai pribadi yang unik, terdapat masalah perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu, penyesuaian diri, dan belajar. Derasnya perubahan sosial dan makin kompleksnya keadaan masyarakat akan meningkatkan derajat rasa tidak aman bagi remaja dan pemuda. Perubahan ini membawa pengaruh besar terhadap perikehidupan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Atas keadaan tersebut, sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal harus bertanggung jawab untuk mendidik dan menyiapkan siswa agar berhasil menyesuaikan diri di masyarakat dan mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang diberikan di sekolah, namun sesungguhnya kegiatan itu saja belum cukup memadai dalam membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan yang dialaminya dan menyiapkan siswa terjun di masyarakat dengan berhasil. Kondisi-kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sangatlah diperlukan adanya layanan bimbingan dan koseling di sekolah, yang secara khusus diberi tugas dan tanggung jawab untuk memberi bantuan kepada siswa dalam memecahkan berbagai masalah, baik masalah belajar, penyesuaian diri, maupun masalah-masalah pribadi, yang apabila dibiarkan akan menghambat tercapainya tujuan belajar siswa di sekolah.
            Oleh karena itu dalam makalah ini penulis meneliti pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, rumusan masalah dalam makalah ini :
1.    Bagaimana pembuatan program kerja tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati?
2.    Bagaimana pelaksanaan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati?
3.    Apa saja kendala dalam pelaksanaan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati?

1.3  Tujuan
1.    Mengetahui pembuatan program kerja tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati.
2.    Mengetahui pelaksanaan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati.
3.    Mengetahui kendala dalam pelaksanaan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati.

1.4 MANFAAT
Laporan observasi ini disusun dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi khalayak umum, yaitu:
·      Bagi penyusun
Memberikan pengetahuan akan pelaksanaan pelayanan BK di sekolah.
·      Bidang akademik
Memberikan tambahan literatur bagi universitas.
·      Bagi Masyarakat
Memberikan pengetahuan mengenai pelaksanaan pelayanan BK di sekolah.


BAB II
KAJIAN TEORI

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
A. Struktur Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
2. Paradigma, Visi, dan Misi
a). Paradigma
Paradigma Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan
peserta didik.


b). Visi
Visi pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
c). Misi
Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
3. Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
4. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
5. Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Asas-asas Bimbingan dan Konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
6. Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Bimbingan dan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Bimbingan dan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
7. Kegiatan Pendukung
Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
8. Format Kegiatan
Individual, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Lapangan, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
B. Program Pelayanan
1. Jenis Program
a. Program Tahunan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
b. Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
c. Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d. Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e. Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling.
2. Penyusunan Program
Program pelayanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.
C. PERENCANAAN KEGIATAN
1. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat: a. sasaran layanan/kegiatan pendukung; b. substansi layanan/kegiatan pendukung; c jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan; d pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat; e. waktu dan tempat.
3. Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling
    berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.
5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam satu
     minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.
1. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling
a. Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah
Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
b. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah
Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, Bimbingan dan Konseling perorangan, bimbingan kelompok, Bimbingan dan Konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

E. PENILAIAN KEGIATAN
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui:
a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan
    kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling terhadap peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicantumkan dalam LAPELPROG
4. Hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.
F. PELAKSANA KEGIATAN
1. Pelaksana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.
2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah wajib:
a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional Bimbingan dan Konseling.
b. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak
     terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua.
c. Melaksanakan tugas pelayanan profesional Bimbingan dan Konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.
d. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan pelayanan profesional Bimbingan dan Konseling.
e. Mengembangkan kemampuan profesional Bimbingan dan Konseling secara berkelanjutan.
3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
4. Pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling
a. Pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling di SD/MI/SDLB pada dasarnya adalah guru kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanan tersebut ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik Kelas IV, V, dan VI dapat diselenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan Bimbingan dan Konseling kelompok.
b. Pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang konselor untuk menyelenggarakan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
c. Pada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.


G. PENGAWASAN KEGIATAN
1. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.
2. Pengawasan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan secara:
a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang Bimbingan dan Konseling.
3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi
kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/madrasah.
4. Pengawasan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah.















BAB III
HASIL PENELITIAN

3.1    Pendahuluan
                        Lokasi observasi yang penulis gunakan untuk menunjang penelitian yaitu SMA N 1 Pati yang beralamatkan di Jalan P. Sudirman No. 24 Pati, menempati area seluas 3,5 Ha. SMA N 1 Pati merupakan Sekolah Bertaraf Internasional dengan akreditasi A.
1.      Nama Sekolah             : SMA N 1 Pati
2.      Kepala Sekolah           : Drs. Suparno hadi Prasetyo, MM
3.      Nama Guru BK           : Ining Sri Hartini, S.Pd., Dra. Ngatinah,
                                            Dra. Siti Qomariyah, Drs. M. Makmur.
4.      Tahun Didirikan          : 1946
5.      Jumlah Pengajar          : 87 orang
6.      Keadaan Siwa             : Pada tahun pelajaran 2011/ 2012 mempunyai kelas
                                      Yang terdiri atas kelas X akselerasi,X1-X10, XI
                                      IPA akselerasi, XI IPA 1 – XI IPA 8, XI IPS 1, XI
                                      IPS 2, XII IPA akselerasi, XII IPA 1- XII IPA 8,
                                      XII IPS 1, XII IPS 2.
7. Sarana dan Fasilitas     : - Bangunan gedung lantai 2, dengan 30 ruang kelas ( 7 kelas ber-AC). Rencana ke depan semua ruang ber-AC, ruang kelas dilengkapi kompputer dan LCD Proyektor.
                                         - Mushola
                                         - Perpustakaan
                                         - Ruang BK
                                         - Ruang AVA
                                         - Ruang Multi Media
                                         - 2 (dua) Laboratorium Komputer
                                         - 1 (satu) Ruang Server
                                         - Laboratorium Bahasa
                                         - Laboratorium IPA
                                         - Laboratorium IPS
                                         - Laboratorium Agama
                                         - Ruang Musik
                                         - Ruang Ketrampilan
                                         - Gedung Kridangga (serba guna)
                                         - Gedung Alumni ’84 (Gedung pertemuan, serbaguna)
                                         - 3 (tiga) Rumah dinas yang dipersiapkan untuk asrama siswa putri (2 rumah) Asrama Putra ( 1 rumah) untuk tahun pelajaran 2010/2011.
                                         - Lapangan sepakbola
                                         - Lapangan basket (lapangan futsal)
                                         - Lapangan tennis
                                         - Cafetaria
                                         - Mini market kejujuran
                                         - Ruang OSIS
                                         - Studio (radio)
                                         - Kamar mandi siswa (7 lokal)
                                         - Kamar mandi / WC guru
                                         - Kamar mandi / WC karyawan
                                         - 1 (satu) rumah dinas penjaga malam
                                         - Lapangan volley
                                         - Parkir sepeda motor (cukup luas)

3.2    Alat dan Metode
3.2.1        Alat
Alat yang digunakan untuk mendukung observasi di SMA N 1 Pati antara lain:
1.      Alat tulis
2.      Telepon genggam
3.2.2        Metode
      Dalam melakukan observasi ini, metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode wawancara. Dimana penulis melakukaan wawancara via telephon dengan Ibu Ining Sri Hartini, S.Pd.

3.3    Hasil Penelitian
Hasil Wawancara
1.    Bagaimana pembuatan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati?
Untuk program kerja BK di SMA N 1 Pati itu ada program tahunan, program semesteran, program bulanan, program mingguan, dan program harian. Kalau secara umum program BK sendiri sebenarnya kan untuk memberikan bimbingan terhadap siswa baik bimbingan pribadi, belajar, sosial dn karier. Nanti ada bukunya sendiri mbak, program kerja BK. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.
2.    Bagaimana pelaksanaan program kerja Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Batangan?
Untuk pelaksanaannya, pelaksanaan layanan klasikal sudah berjlan sesuai program karena ada jam masuk kelas. Untuk jenis layanan yang lain menyesuaikan dengan sikon di sekolah. Pelayanan BK sejauh ini berjalan jika siswa mempunyai masalah saja baru konsultasi ke BK.
3.    Apa saja kendala dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Batangan?
Kendalanya masih banyak siswa yang malu konsultasi/ konseling ke BK secara sukarela dan bila home visit ke rumah siswa, terhambat dengan berbagai kondisi, seperti waktu dan medan. Ada siswa yang rumahnya jauh, di gunung, daerah pedesaan yang masih sulit terjangkau transportasi. Sulit menyesuaikan waktu antara siswa dan pihak sekolah. Masih ada bapak, ibu guru dan siswa yang beranggapan bahwa BK seperti polisi di sekolah.

3.4    Analisis Penelitian
            Berdasarkan hasil wawancara di atas, SMA N 1 Pati telah memiliki program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada para siswa. Sekolah ini juga dilengkapi dengan ruang BK, yang terdiri dari satu ruang tindakan BK dan 1 ruang tamu BK. SMA N 1 Pati memiliki 4 orang guru Bimbingan dan Konseling, yaitu Ining Sri Hartini, S.Pd., Dra. Ngatinah, Dra. Siti Qomariyah, Drs. M. Makmur. Jenis program pelayanan  BK di SMA N 1 Pati  antara lain program tahunan, program semesteran, program bulanan, program mingguan, dan program harian. Program tahunan meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas, program semesteran meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan, program bulanan meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran, program mingguan meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan, dan program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling.  Penyusunan/ pembuatan program pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati  didasarkan pada kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor. Adapun secara umum program BK tersebut untuk memberikan bimbingan dan pelayanan terhadap siswa baik bimbingan pribadi, belajar, sosial dan karier. Jenis layanannya meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan, penyaluran, penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konsultasi, mediasi. Adapun kegiatan pendukungnya meliputi himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alih tangan kasus. SMA N 1 Pati menggunakan pola 17+ dalam pelayanan BK. Perencanaan pelayanan BK mengacu pada program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, harian. Dillihat dari kondisi tersebut pihak sekolah telah berpartisipasi aktif dan berusaha untuk melengkapi fasilitas agar bisa melayani siswa dan membantu siswa memcahkan masalahnya.
Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanan kegiatan pelayanan BK dilaksanakan didalam jam pembelajaran dan diluar jam pembelajaran sekolah. Di SMA N 1 Pati pelaksanaan layanan BK sudah cukup berjalan lancar. Pelaksanaan layanan klasikal sudah berjalan sesuai program karena ada jam masuk kelas. Untuk jenis layanan yang lain menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Pelayanan BK sejauh ini berjalan jika siswa mempunyai masalah saja baru konsultasi ke BK. Fenomena yang terjadi, BK ramai saat menjelang ujian akhir nasional/ saat kelas XII akan meninggalkan Sekolah Menengah Atas dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Banyak siswa berbondong-bondong mencari informasi tentang perguruan tinggi yang bagus. Bahkan hampir setiap hari mereka ke ruang BK. Terutama pada saat jam istirahat, atau pada saat kelas mereka kosong. Ada juga yang berkonsulatasi setelah lulus SMA mau meneruskan sekolah atau memilih untuk bekerja. Banyak terjadi di sekolah-sekolah, BK hanya ramai pada saat dan kondisi tertentu. Disinilah peran BK muncul. BK membantu mengembangankan kehidupan pribadi, perencanaan dan pengembangan karir, serta fungsi pengentasan.
Semua kegiatan tidak dapat terlaksana dengan sempurna, pasti dalam pelaksanaannya terdapat kendala-kendala, seperti halnya pelaksanaan pelayanan BK di SMA N 1 Pati. Kendala yang dihadapi, masih banyak siswa yang malu konsultasi/ konseling ke BK secara sukarela dan bila home visit ke rumah siswa, terhambat dengan berbagai kondisi, seperti waktu dan medan. Ada siswa yang rumahnya jauh, di gunung, daerah pedesaan yang masih sulit terjangkau transportasi. Selain itu sulit mencari waktu antara siswa dan pihak sekolah untuk bisa mengadakan bimbingan dan konsultasi. Masih ada bapak, ibu guru dan siswa yang beranggapan bahwa BK seperti polisi di sekolah. Orang tua ataupun siswa biasanya menganggap peran guru bimbingan dan Konseling  adalah menangani siswa yang bermasalah saja, padahal tugas dan peran guru Bimbingan dan Konseling bukan hanya menyelesaikan masalah siswa yang bermasalah.. Kesalahpahaman yang beredar di kalangan siswa masih sulit untuk di hilangkan. Butuh proses untuk menghilangkan kesalahpahamn-kesalahpahaman tersebut. Pihak Bk harus pandai-pandainya mencari cara agar siswa tidak beranggapan seperti itu.








BAB IV
PENUTUP


A.  SIMPULAN
Jenis program pelayanan  BK di SMA N 1 Pati  antara lain program tahunan, program semesteran, program bulanan, program mingguan, dan program harian. Penyusunan/ pembuatan program pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati  didasarkan pada kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Di SMA N 1 Pati pelaksanaan layanan BK sudah cukup berjalan lancar. Pelaksanaan layanan klasikal sudah berjalan sesuai program karena ada jam masuk kelas. Untuk jenis layanan yang lain menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan Bk adalah masih banyak siswa yang malu konsultasi/ konseling ke BK secara sukarela dan bila home visit ke rumah siswa, terhambat dengan berbagai kondisi, seperti waktu dan medan. Masih ada bapak, ibu guru dan siswa yang beranggapan bahwa BK seperti polisi di sekolah.

B.  SARAN
Meskipun pelaksanaan pelayan Bimbingan dan Konseling di SMA N 1 Pati  sudah berjalan baik, tetap diperlukan suatu usaha yang terus menerus dan konsisten untuk memperbaiki kekurangan– kekurangan yang ada. Lebih kreatif lagi dalam mengenalkan BK kepada siswa agar siswa merasa bahwa guru BK sebagai sahabat untuk curhat dan tempat berkonsultasi.





DAFTAR PUSTAKA


Mugiarso, Heru. 2009. Bimbingan dan Konseling. Semarang : Unnes Press.

Kurniawan, Indra. 2011. Layanan Bimbingan dan Konseling. http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com. Diunduh tanggal 23 Desember 2011.


semoga bermanfaat ^_^















LAMPIRAN






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar